Bisa Dikombinasikan Nilai Unas

Bisa Dikombinasikan Nilai Unas

Bisa Dikombinasikan Nilai Unas

Kemendikbud mengingatkan bahwa acuan pertama PPDB (penerimaan peserta didik baru ) untuk jenjang SMA sederajat adalah jarak rumah dengan sekolah atau zonasi.

Ketentuan teknis PPDB SMA sederajat diatur oleh pemprov masing-masing. Sebab, SMA sederajat menjadi kewenangan pemprov. Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Kemendikbud Hamid Muhammad mengatakan, regulasi PPDB yang baru mengacu pada Permendikbud 14/2018.

Di dalam Permendikbud itu dijelaskan bahwa untuk PPDB SMA berbasis jarak dari rumah peserta didik ke sekolah alias zonasi. Khusus untuk PPDB SMK, boleh tidak menerapkan sistem zonasi.

Sementara itu, di beberapa daerah sistem zonasi diterapkan dengan kombinasi nilai ujian nasional

(unas) SMP. ’’Bisa (dikombinasikan). Asal (pertimbangan) yang utama zonasi,’’ katanya kemarin.

Sehingga acuan utama dalam proses seleksi PPDB adalah jarak rumah dengan sekolah atau zonasi. Baru jika ditemukan siswa yang berada dalam zonasi yang sama, diukur menggunakan nilai unas atau kriteria penilaian lainnya. Secara umum, PPDB berbasis zonasi sudah berjalan sejak tahun lalu. Namun pemberlakuan secara masal diharapkan berjalan mulai tahun ini.

Terisah, di Kota Bekasi tahap pendaftaran PPDB sudah berlangsung sejak  tanggal 4 hingga 8 Juni. Pada proses pendaftaran tersebut siswa langsung mendaftar di sekolah pilihannya untuk dilakukan in put pada situs PPDB online.

Setelah mengikuti tahap verifikasi atau uji kompetensi pada tanggal 25, 26 dan 28 Juni nanti

, pengumuman PPDB tahap pertama akan di lakukan pada tanggal 30 Juni. Pendaftaran PPDB online jalur Nilai Hasil Ujian Nasional  (NHUN) hanya akan dibuka pada gelombang kedua yang dilaksanakan pada tanggal 5 hingga 10 Juli.

Ketua Musyawarah Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kota Bekasi, Ekowati menghimbau kepada masyarakat untuk tidak terburu-buru dalam mendaftarkan anaknya  pada kesempatan PPDB tahap kedua. Menurutnya,  masyarakat perlu mempertimbangkan dengan matang mengenai peluang anak untuk masuk disekolah pilihannya.

“Agar saat PPDB khususnya jalur SKHUN yang akan dibuka pada tangga 1-4 Juli nanti

jangan terburu-buru mendaftar, dilihat dulu peluangnya kira-kira nem yang mereka punya bisa masuk kemana “ ujarnya saat dihubungi Radar Bekasi.

Untuk menelaah peluang dirinya, siswa bisa memantau melalui situs PPDB. Wanita yang juga menjabar sebagai keoala SMAN 2 Kota Bekais ini menghimbau agar  masyarakat tidak perlu untuk terlalu memaksakan untuk masuk disekolah pilihannya.

 

Baca Juga :