Dikpora Gelar Workshop Kurikulum 2013 Bagi TPK SMP SeMaluku.

Dikpora Gelar Workshop Kurikulum 2013 Bagi TPK SMP SeMaluku.

Dikpora Gelar Workshop Kurikulum 2013 Bagi TPK SMP SeMaluku.

Pemberlakuan kurikulum 2013 merupakan bentuk komitmen pemerintah

untuk tetap menyesuaikan arah pendidikan dengan perkembangan kemajuan ilmu dan tehnologi.

Drs. Semmy Risambessy, MM

Melalui kajian akademis dan uji publik yang panjang dan ketat dibarbagai daerah, maka oleh pemerintah dirasakan sudah saatnya pengembangan KTSP ditingkatkan dengan kurikulum baru yang dinamakan kurikulum 2013.

Kadis Dikpora Provinsi Maluku Drs. Semmy Risambessy, MM ketika

membuka workshop pendamping kurikulum 2013 bagi Tim Pengembangan Kurikulum (TPK) tingkat SMP se kabupaten/kota yang berlangsung di Amans Hotel (14/7) mengungkapkan, dalam tahun pelajaran 2013/2014 telah diimplementasikan kurikulum 2013.

Pemberlakuannya secara terbatas untuk jenjang SD, SMP dan SMA, dimana untuk SD hanya berada di kelas I dan IV, SMP kelas VII, dan tingkat SMA kelas X.

Memasuki tahun pelajaran 2014/2015, implementasi kurikulum 2013

akan dilakukan secara menyeluruh yakni untuk SD kelas II,III dan V, SMP kelas VII dan VIII, serta SMA kelas X, XI. Sedangkan untuk pendidikan sekolah luar biasa, pelaksanaannya baru akan dimulai tahun ajaran 2015.

Dijelaskan, selama kurang lebih 7 tahun pemberlakuan KTSP menuai banyak kekurangan dan pemasalahan seperti interpretasi Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang berbeda.

Setiap guru saat menyususn Silabus, RPP, guru hanya terfokus dalam mempersiapkan berbagai administrasi pembelajaran yakni Silabus, RPP, bahan ajar dan alat evaluasi, dari pada menyiapkan materi dan sumber belajar dimana hal tersebut memberatkan para guru, sehingga dirasakan perlu melakukan perbaikan dan penyempurnaan KTSP dengan kurikulum 2013,”ucap Risambessy.

Dengan begitu pengembangan kurikulum 2013 berorientasi pada tercapainya kompetensi yang berimbang antara sikap ketrampilan dan pengetahuan, disamping cara pembelajaran yang holistik dan menyenangkan, sekaligus menganut sistim pembelajaran termatik, intergratif dan terintergrasi, dimana terjadi pengurangan mata pelajaran sebaliknya mengalami penambahan jam pelajaran.

Sementara itu Ketua Panitia Fence Mandaku S.Pd, M.Si melaporkan, workshop kurikulum 2013 tingkat SMP ini bertujuan, menyusun RPP, instrument, penilaian sikap, penilaian pengetahuan, ketrampilan, mengadopsi bahan ajar, pembelajaran dengan metode ilmiah, mengelola nilai peserta didik, mengembangkan muatan lokal, melakukan perbaikan secara terus menerus.

Peserta workshop berjumlah 121 orang yang terdiri dari para Kasi dan Kabid 11 orang, serta tim pengembangan kurikulum kabupaten/kota se-Maluku sebanyak 110 orang, pelaksanaanya berlangsung 5 hari, dengan narasumber Kadis Dikpora Provinsi Maluku serta tim pengembangan kurikulum 2013 yang telah mengikuti TOT.(TM04)

 

Sumber :

https://namabayi.co.id/sejarah-soekarno/