DIKSI ADALAH

Table of Contents

DIKSI ADALAH

 

DIKSI ADALAH

Diksi dpt diartikan sbg pilihan kata pengarang u/ m’gambarkan cerita mereka.

• Diksi bukan hanya berarti pilih-memilih kata.

• Istilah ini bukan saja digunakan untuk menyatakan gagasan/ m’ceritakan peristiwa tetapi juga meliputi persoalan gaya bahasa, ungkapan-ungkapan dsb.

• Gaya bahasa sbg bagian dr diksi yg bertalian dg ungkapan2 individu atau karakteristik, atau memiliki nilai artistik yg tinggi.

• Pilihan kata bukanlah masalah sederhana krn menyangkut persoalan yg bersifat dinamis, inovatif, & kreatif sejalan dg perkembangan masy penunturnya.

• Penulis yang blm berpengalaman sangat sulit u/ m’ungkapkan ide / gagasan & biasanya sangat miskin variasi bahasa. Akan tetapi, ada pula penulis yg sangat boros / tdk efektif m’gunakan perbendaharaan kata, shg tdk ada isi yg terdpt di balik kata-katanya.

• Kata2 atau istilah tdk hanya sekedar mengemban nilai2 indah (estetis), melainkan juga nilai2 filosofi dan pedagogis krn dpt digunakan penulis u/ menyimpan pesona makna yg terselubung / simbolis, shg u/ memahaminya diperlukan interpretasi & renungan2 yg dlm.

Sebelum menentukan pilihan kata, penulis harus memperhatikan dua hal pokok, yakni: masalah makna dan relasi makna.

• Makna sebuah kata / sebuah kalimat mrpkan makna yg tdk sll berdiri sendiri. Adapun makna menurut (Chaer, 1994: 60)

terbagi atas bbrp kelompok yaitu :

a. Makna Leksikal dan makna Gramatikal

b. Makna Referensial dan Nonreferensial

c. Makna Denotatif dan Konotatif

d. Makna Konseptual dan Makna Asosiatif

e. Makna Kata dan Makna Istilah

f. Makna Idiomatikal dan Peribahasa

g. Makna Kias dan Lugas

• Relasi adlh hub makna yg menyangkut hal kesamaan makna (sinonim), kebalikan makna (antonim), kegandaan makna (polisemi dan ambiguitas), ketercakupan makna (hiponimi), kelainan makna (homonimi), kelebihan makna (redundansi) dan sebagainya.

yang terbagi atas bbrp kelompok yaitu :

a. Kesamaan Makna (Sinonim)

b. Kebalikan Makna (Antonim)

c. Kegandaan Makna (Polisemi dan Ambiguitas)

d. Ketercakupan Makna (Hiponimi)

e. Kelebihan Makna (Redundansi)

Sumber : https://galleta.co.id/