Kekerasan Terhadap Anak Harus Dihentikan

Kekerasan Terhadap Anak Harus Dihentikan

Kekerasan Terhadap Anak Harus Dihentikan

Wakil Walikota Tangsel, Benyamin Davnie meminta dinas yang terkait dengan dunia pendidikan

meminimalkan kekerasan terhadap anak.

Berdasarkan data dari P2TP2A, jumlah anak di Kota Tangsel mencapai 500.000 jiwa. Pada tahun 2017 telah terjadi 167 kasus kekerasan, dimana 120 kasus menimpa pada anak dengan kasus terbanyak adalah pelecehan seksual dan persetubuhan.

Sementara data kasus 2018, Januari hingga Maret telah terjadi 59 kasus kekerasan. Dari jumlah tersebut kekerasan seksual terhadap anak masih mendominasi di Kota Tangsel.

“Oleh karena itu kami mengapresiasi program Sekolah Ramah Anak yang digagas Kementerian PPPA.

Kami merasa betapa pentingnya program Sekolah Ramah Anak dalam mendukung terciptanya generasi bangsa yang hebat, serta mencegah terjadinya kekerasan terhadap anak di sekolah, maupun kekerasan yang dilakukan oleh anak,” jelasnya.

Kata Benyamin Davnie, Pemkot Tangsel mendukung penuh program ini dan telah melakukan upaya untuk mewujudkan Sekolah Ramah Anak di Kota Tangsel dengan mewajibkan seluruh sekolah yang berjumlah 1.187, melaksanakan program Sekolah Ramah Anak.

Sementara Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak

dan Keluarga Berencana (DPMP3AKB) Tangsel, Khairati mengungkapkan, untuk mewujudkan Sekolah Ramah Anak diperlukan kerjasama seluruh pihak dalam pemenuhan enam.

Keenam komponen tersebut yakni, kebijakan Sekolah Ramah Anak berupa komitmen tertulis, SK Tim SRA dan program kegiatan yang mendukung SRA, guru dan tenaga pendidik terlatih konvensi hak anak, proses belajar yang ramah anak, memilki sarana dan prasarana yang ramah anak, partisipasi anak, dan partisipasi orang tua, lembaga masyarakat, dunia usaha dan instansi terkait.

“Harapannya agar setelah deklarasi ini dapat secepatnya terwujud Sekolah Ramah anak di seluruh sekolah di Kota Tangsel,” tandasnya.[mor]

“Kita harapkan dari sekolah ramah anak ini bisa mendidik anak tanpa kekerasan dan perilaku menyimpang,” pungkasnya

 

Baca Juga :