Mustafirin : Perkembangan SMK di-Maluku Meningkat Pesat

Mustafirin : Perkembangan SMK di-Maluku Meningkat Pesat

Mustafirin Perkembangan SMK di-Maluku Meningkat Pesat

Minat siswa tamatam SMP sederajat di-Maluku yang ingin melanjutkan pendidikannya

di SMK sangat tinggi, itu terbukti siswa yang melamar untuk masuk SMK untuk Kota Ambon sebanyak 4.278 siswa dan diterima hanya 2.121 siswa.

Direktur Pembinaan SMK Kementerian Pendidikan Nasional Mustafirin, usai tatap muka dengan Kadis, Kabid, Kasi jajaran Dikpora Provinsi dan kabupaten/Kota dan para Kepala SMK se-Maluku di-Swiss bell Hotel (19/7) kepada wartawan mengungkapkan, perkembangan SMK di Provinsi Maluku tumbuh dan meningkat pesat.

Itu terbukti dengan laporan dari Ketua MKKS yang diterimanya menyatakan

, untuk Kota Ambon saja siswa tamatan SMP sederajat yang melamar sebanyak 4.278 siswa, dan yang diterima separuh yakni sebanyak 2121 siswa.

Dikatakan, minat siswa sangat tinggi, sebenarnya harus diterima dan ditampung sebanyak-banyaknya. Untuk itu dirinya ke Ambon dalam rangka memfasilitasi, mendorong, mendukung agar para siswa tamatan SMP sederat yang mendaftar keseluruhannya dapat diterima untuk belajar di SMK.

Memang itu harus ditunjang dengan guru yang produktif, yakni guru

yang memiliki kompetensi mana yang dibutuhkan, karena bisa saja guru produktif memiliki kelebihan disatu sisi, disisilain memiliki kekurangan, karena yang dibutuhkan apa kekurangan guru, bukan kelebihan guru,”ucap Mustafirin.

Pihaknya telah mempersiapkan peta, karena untuk seluruh Indonesia kekurangan guru produktif kusus untuk SMK sebanyak 16.000 guru, dan dengan berbagai strategi yang akan dipersiapkan sehingga nantinya memasuki tahun 2015 akan terpenuhi secara bertahap.

Terkai kekurangan guru produktif dimaksud, pihaknya akan menawarkan kepada SMK untuk menerima para guru yang akan direkrut ditahun mendatang.

Selain itu dari sisi kualitas, pihaknya menggunakan 2 skema yakni semua guru yang memangku pelajaran kurikulum 2013 harus diberikan pelatihan-pelatihan secara bertahap, sehingga dalam tahun ini pemerintah mencanangkan akan melatih 1,3 juta guru tentang kurikulum 2013, setelah dipersiakan terjun untuk mengajar, dan harus ada pendampingan bagi mereka dari para instruktur nasional kurikulum 2013.

Soal dana Direktur katakan, program ini harus ditunjang dengan dana karenanya pemerintah telah menyiapkan sejumlah dana, namun besarnya tidak dinyatakan. Dana tersebut digunakan untuk mengangkat 870 SMK sebagai Klaster, yang berfungsi untuk mengkordinir para guru yang sudah mengikuti pelatihan kurikulum 2013, sehingga membantu menjadi pendamping bagi guru yang baru mengajar di SMK.

Diharapkan, Kemendiknas, Dinas Dikpora Provinsi bersama Kabupaten/Kota dan SMK di Maluku untuk terus berkoordinasi agar dapat memajukan SMK di daerah seribu pulau ini.

Mustafirin menawarkan pada bulan Agustus atau September secara bersama-sama membuat peta, dan ditetapkan sebagai model pengembangan SMK yang ada di Maluku untuk menjadi komprehensif dan tidak lagi parsial.(TM04)

 

Sumber :

https://jilbabbayi.co.id/pengertian-islam/