Pendaftar PPDB Lebih Sepi

Pendaftar PPDB Lebih Sepi

Pendaftar PPDB Lebih Sepi

Pendaftaran penerimaan peserta didik baru (PPDB) hari pertama tahun 2018 dinilai tidak seramai tahun-tahun sebelumnya. Pemandangan ini terlihat di SMPN 9 Kota Bekasi.

Panitia PPDB SMPN 9 Kota Bekasi, Yafitson Zein mengaku, pihaknya menyiapkan  lima ruangan untuk melayani masyarakat yang hendak mendaftar langsung di sekolah. Ruang tersebut dibagi berdasarkan jalur pendaftaran yang dipilih dan satu ruangan khusus operator untuk meng input data calon peserta didik.

Pantauan Radar Bekasi, pendaftar yang datang langsung disekolah tidak terlihat membludak. Yafitson Zein menilai,  hal ini terjadi karena masyarakat sudah melek teknologi dan melaksanakan pendaftarannya di rumah masing-masing.

“Kemungkinan sampai saat ini ada sekitar 150 pendaftar yang datang langsung kesekolah,  tapi kita belum update lagi. Hari pertama tahun ini tidak seramai tahun-tahun sebelumnya karena mungkin juga masyarakat kita sudah banyak yang mengerti IT, jadi mereka daftar dirumah, “ ujarnya, Selasa (3/7).

Dirinya menjelaskan pada pendaftaran PPDB tahun ini, calon peserta didik didominasi

oleh pendaftar yang memilih jalur zonasi . Pada jalur Zonasi peserta didik hanya mendapatkan satu kesempatan memilih sekolah yang dituju, sementara untuk calon peserta didik yang memilih jalur umum mendapatkan tiga kali kesempatan untuk mendaftar disekolah tujuan yang berbeda.

“Untuk jalur umum mereka mendapatkan tiga kali kesempatan, jadi kalau misalkan sudah tidak ada di sekolah yang dituju (tergeser) dia bisa untuk menggunakan kesempatannya mendaftar disekolah lain,“ jelasnya.

Ditempat yang sama, Kepala Sekolah SMPN 9 Kota Bekasi, Dwi Kusdinar mengatakan, sepinya pendaftar dihari pertama ini disebabkan masyarakat masih menimbang-nimbang jalur yang akan dipilih.”Masih jarang hari pertama, mungkin mereka masih melihat mau masuk jalur umum atau zonasi, “ ungkapnya.

Meskipun pendaftaran bisa dilakukan di manapun, namun pihaknya menyiapkan pantia PPDB

yang selalu siaga di sekolah.Mengenai dua jalur pilihan yang ia sebutkan, Dwi Kusdinar menyarankan untuk calon peserta didik yang memiliki nilai tinggi memilih jalur umum sehingga memberikan kesempatan kepada calon peserta didik lain.

“Kalau nilainya tinggi sebaiknya dia ambil jalur umum, supaya kasih kesempatan kepada yang lain.

misalkan dia nilainya 26,5 kan tahun lalu nilai kita terendah 26,25 jadi sebaiknya ambil jalur umum supaya kasih kesempatan yang lain. tapi seringnya kan masyarakat cari aman, jadi tumplek semua di jalur zonasi. “ terangnya kepada Radar Bekasi.

 

Sumber :

https://ruangseni.com/