Siswa dan Guru Cinta Sains

Siswa dan Guru Cinta Sains

Siswa dan Guru Cinta Sains

Generasi muda adalah aset bangsa. Harus dibina sebagai upaya membentuk posisi Indonesia

di masa depan dan mendorong percepatan inovasi. Hal itu diungkapkan Kepala LIPI Iskandar Zulkarnain.

Menurutnya, perkembangan ilmu pengetahuan yang cepat menjadi tantangan tersendiri bagi generasi muda. “Negara berkembang seperti Indonesia perlu meningkatkan kualitas generasi muda melalui ilmu pengetahuan dan teknologi,” katanya.

Menjawab tantangan tersebut dan guna meningkatkan kecintaan anak pada sains, Komunitas Media Pembelajaran (KOMED) Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa bekerja sama dengan Indonesia Main Sains-Rumah Sains Ilma menggelar KOMED Main Sains, Kamis (8/2), di Bumi Pengembangan Insani, Parung, Jawa Barat.

KOMED Main Sains merupakan kegiatan yang memberikan ruang bagi siapa pun

yang tertarik membangun Indonesia gandrung sains. Pada perhelatan kali ini, KOMED didapuk menjadi mitra dan mengundang 130 siswa-siswi SD dan 40 guru di Bogor dan sekitarnya. KOMED Main Sains diharapkan menjadi sebuah karya milik banyak orang di seluruh Indonesia yang dikerjakan secara bergotong royong.

“Kami ingin agar para siswa binaan KOMED mampu menumbuhkan kecintaan siswa-siswi pada sains. Oleh karena itu, kami menginisiasi kegiatan ini agar anak-anak dapat belajar sains dengan cara yang menyenangkan dan tak membosankan,” ujar Eko Sriyanto, Supervisor Pusat Sumber Belajar dan Jaringan Literasi (PSBJL) Makmal Pendidikan.

Para peserta juga dihibur dengan dongeng apik yang dibawakan Dian Sumantri.

Ia bercerita seputar dunia hewan serta menyelipkan pesan untuk lebih rajin membaca buku.

Selama kegiatan berlangsung, 150 peserta yang hadir sangat antusias mengikuti berbagai eksperimen yang diberikan oleh Indonesia Main Sains. Tak henti-hentinya mereka mengeksplorasi keunikan sains melalui permainan.

“Kami berharap kegiatan ini semakin mendekatkan siswa dan gurunya. Kami juga berharap untuk bisa terus bersinergi dengan mitra serta komunitas lain yang peduli dengan pendidikan anak negeri,” tutup Eko

 

Sumber :

https://jeffmatsuda.com/