SMK Di Maluku Masih Kekurangan Sarana Peralatan

SMK Di Maluku Masih Kekurangan Sarana Peralatan

SMK Di Maluku Masih Kekurangan Sarana Peralatan

Kendatipun teori pembelajaran pada SMK di Maluku berjalan dengan baik

namun untuk menunjang praktek sangat kekurangan sarana peralatan, karenanya Dinas Dikpora Provinsi Maluku akan berupaya memenuhi sarana peralatan yang dibutuhkan SMK.

Kepala Bidang (Kabid) Dikmen Dinas Dikpora Maluku Andre Jamlay menyampaikan hal ini kepada wartawan, usai menutup Pelatihan Guru Produktif SMK Bidang Pertanian, Kelautan dan Teknik Jumat (20/6/2014) di hotel Wijaya Ambon.

Dikemukakan, sesuai dengan kebutuhan SMK yang ada di Maluku pihak Dikpora

Maluku akan berupaya membeli dan menyiapkannya sesuai dengan kebutuhan sekolah, namun tidak sepenuhnya semua kebutuhan sekolah dapat terpenuhi, yang diutamakan dan sebagai prioritas yakni kebutuhan sarana peralatan yang saat ini sangat dibutuhkan.

Diakuinya, 30 peserta yang adalah guru SMK dari 11 kabupaten/kota yang mengikuti pelatihan guru produktif ini, saat mereka turun melakukan pelatihan praktek, baik di Balai Latihan Kerja di Passo Ambon maupun di Sekolah Pertanian Negeri Passo Ambon dan di SUPM Waiheru Ambon, mereka mendaptkan nilai tambah karena mereka melihat proses pembelajaran disekolah itu sama, namun mereka sangat kurang disarana peralatan sehingga teori yang sudah diperoleh dan akan dilanjutkan dengan praktek, mengalami kesulitan karena tidak memiliki sarana peralatan.

Jamlay mencontohkan misalkan menyiapkan kapal untuk praktek tidak mungkin

Dinas Dikpora akan membeli kapal, namun hal ini dapat diatasi melalui kerja sama dengan mitra kerja, yaitu perusahan yang memiliki kapal agar jika siswa selesai teori bisa kerja praktek.

Selain itu peralaan-peralatan yang sedang atau yang dapat dijangkau sebagai kebutuhaan biasa disekolah, itu akan diupayakan dipenuhi tetapi semua ini bukan dibebankan untuk Dinas Dikpora Provinsi, namun Dinas Dikpora kabupaten/kota, juga memiliki kewenangan yang besar untuk membantu memenuhi kebutuhan SMK tersebut.

Kini pihak Dinas Dikpora Provinsi Maluku sudah membantu dengan dana BOS, sehingga kabupaten/kota dapat melihat dan membantu SMK yang berada diwilayahnya, dan ini harus menjadi perhatian serius, karena jika SMK yang ada di Maluku dapat ditata dengan baik terutama proses pembelajaran, maka akan dapat menghasilkan berbagai tenaga kerja tingkat menengah, untuk mengelola sumber daya alam yang cukup banyak sekaligus dapat mengurangi pengangguran,‚ÄĚtandas Jamlay.(TM04)

 

Baca Juga :